Langsung ke konten
Playgrownd

Sekolah yang tumbuh dari kebun

Playgrownd lahir dari keyakinan sederhana: anak belajar paling baik saat mereka bermain, bergerak, dan terhubung dengan alam.

Cerita kami

Sudah dua tahun Playgrownd menjadi tempat anak-anak usia dini bermain, menanam, dan belajar bersama.

[Isi: cerita awal berdirinya Playgrownd. Siapa pendirinya, apa yang mendorong mereka, dan kenapa memilih permaculture.]

[Isi: apa yang ingin dicapai untuk anak-anak dan keluarga.]

Yang kami pegang

Rasa ingin tahu

Pertanyaan anak adalah awal belajar. Kami memberi ruang untuk bertanya, mencoba, dan menemukan sendiri.

Peduli

Peduli pada diri sendiri, teman, dan alam. Diajarkan lewat contoh dan kebiasaan sehari-hari.

Mandiri

Anak dipercaya melakukan hal sesuai usianya, dari membuka bekal sendiri sampai merawat tanaman.

Bersama

Sekolah, orang tua, dan anak tumbuh sebagai satu komunitas.

Tiga etika permaculture di sekolah

Permaculture berpegang pada tiga etika. Di Playgrownd, ketiganya hadir dalam kegiatan sehari-hari anak.

Peduli bumi

Merawat tanah, air, dan tanaman di sekitar sekolah.

Peduli sesama

Saling membantu, berbagi, dan menghargai teman.

Berbagi secara adil

Hasil panen dinikmati bersama, dan kami belajar memakai secukupnya.

Filosofi dan pendekatan

Bermain adalah cara anak belajar

Di Playgrownd, kegiatan sehari-hari dirancang agar anak belajar tanpa merasa sedang diajari. Kami memadukan empat pendekatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan berkelanjutan.

Empat pendekatan kami

Permaculture

Anak mengenal siklus alam dan belajar bertanggung jawab pada lingkungan lewat berkebun dan merawat ternak di mini farm sekolah.

Multisensory Learning

Kegiatan dirancang untuk melibatkan seluruh indera anak, sehingga proses belajar lebih dalam dan menyenangkan.

Social Emotional Learning

Anak belajar mengenali emosinya, membangun empati, dan berinteraksi dengan teman secara positif.

Family Partnership

Keluarga kami tempatkan sebagai mitra utama, agar stimulasi di sekolah selaras dengan pola asuh di rumah.

Dari kegiatan ke pembelajaran

Beberapa contoh bagaimana kegiatan sederhana menjadi bahan belajar.

Menanam benih

Sabar menunggu, mengamati perubahan dari hari ke hari, mengenal siklus hidup tanaman.

Menghitung hasil panen

Mengenal angka, membandingkan banyak dan sedikit, mengelompokkan berdasarkan warna dan ukuran.

Membuat kompos

Memahami sebab dan akibat, merawat lingkungan, bekerja sama dengan teman.

Merawat ternak di mini farm

Memberi makan, membersihkan kandang, dan mengamati hewan: belajar empati, tanggung jawab, dan rutinitas.

Memasak hasil kebun

Mengukur, mengikuti urutan langkah, mengenal rasa dan tekstur makanan.

Model pembelajaran

Playgrownd memakai model pembelajaran sendiri, dibangun dari empat pendekatan: Permaculture, Multisensory Learning, Social Emotional Learning, dan Family Partnership.

[Isi: penjelasan singkat bagaimana model ini disusun dan dijalankan sehari-hari.]

Peran guru

Guru di Playgrownd adalah pendamping. Mereka mengamati minat anak, bertanya, dan memberi tantangan yang pas, bukan memberi semua jawaban.

Dengan paling banyak 12 anak per kelas, guru punya waktu untuk mengenal setiap anak.

Memantau perkembangan anak

Guru mencatat perkembangan setiap anak dan membagikannya kepada orang tua.

[Isi: bentuk laporan perkembangan dan seberapa sering dibagikan.]

Satu keluarga dengan YouGrow

Playgrownd dan YouGrow berada di bawah yayasan yang sama. Playgrownd School menyelenggarakan Kelas Stimulasi dan Kelas Reguler (PAUD dan TK). YouGrow menyediakan Layanan Psikolog untuk anak, orang tua, dan umum.

Datang dan lihat sendiri

Ajak si kecil berkunjung. Lihat kebun dan kelas kami, berkenalan dengan guru, dan rasakan suasananya sebelum memutuskan.